Showing posts with label Seni. Show all posts
Showing posts with label Seni. Show all posts

Monday, 28 April 2014

Manusia dan Keindahan

Keindahan


     Kata keindahan berasal dan kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek, dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, pemandangan alam, manusia , rumah , tatanan , perabot rumah tangga, suara, warna, dan sebagainya. Kawasan keindahan bagi manusia sangat luas, seluas keanekaragaman manusia dan sesuai pula dengan perkembangan peradaban teknologi, sosial, dan budaya. Karena itu keindahan dapat dikatakan, bahwa keindahan merupakan bagian hidup manusia. Keindahan tak dapat dipisahkan dan kehidupan manusia. Di mana pun kapan pun dan siapa saja dapat menikmati keindahan.


     Keindahan adalah identik dengan kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Yang tidak mengandung kebenaran berarti tidak indah. Karena itu tiruan lukisan Monalisa tidak indah, karena dasarnya tidak benar. Sudah tentu kebenaran di sini bukan kebenaran ilmu, melainkan kebenaran menurut konsep seni. Dalam seni, seni berusaha memberikan makna sepenuh-penuhnya mengenai obyek yang diungkapkan.


   Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera perseorangan, waktu dan tempat, selera mode, kedaerahan atau lokal.


Apakah itu Keindahan ?


    Keindahan itu suatu konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu karya. Dengan kata lain keindahan itu baru dapat dinikmati jika dihubungkan dengan suatu bentuk. Dengan bentuk itu keindahan dapat berkomunikasi. Jadi, sulit bagi kita jika berbicara mengenai keindahan, tetapi jelas bagi kita jika berbicara mengenai sesuatu yang indah. Keindahan hanya sebuah konsep, yang baru berkomunikasi setelah mempunyai bentuk, misalnya lukisan, pemandangan alam, tubuh yang molek, film, nyanyian.


     Menurut The Liang Gie dalam bukunya “Garis besar estetika”. Menurut asal katanya, dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beutiful” dalam bahasa Prancis “beau”, sedang Italia dan spanyol “bello” berasal dan kata latin “bellum”. Akar katanya adalah “bonum” yang berarti kebaikan, kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi “bonellum” dan terakhir diperpendek sehingga ditulis “bellum”.


     Menurut cakupannya orang harus membedakan antara keindahan sebagai suatu kwalita abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk perbedaan ini dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah beauty (keindahan) dan the beautiful (benda atau hal yang indah). Dalam pembatasan filsafat kedua pengertian ini kadang-kadang dicampuradukkan saja. Di samping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian. yakni :

  • Keindahan dalam arti yang luas 
  • Keindahan dalam arti estetis murni 
  • Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan 

    Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dan bangsa Yunani dulu yang di dalamnya tercakup pula kebaikan. Plato misalnya menyebut tentang watak yang indah dan hukum yang indah, sedang Aristoteles merumuskan keindahan sebagi sesuatu yang selain baik juga menyenangkan. Plotinus menulis tentang ilmu yang indah dan kebajikan yang indah. Orang Yunani dulu berbicara pula mengenai buah pikiran yang indah dan adat kebiasaan yang indah. Tapi bangsa Yunani juga mengenal pengertian keindahan dalam arti estetis yang disebutnya ‘symrnetria’ untuk keindahan berdasarkan penglihatan (misalnya pada karya pahat dan arsitektur) dan harmonia untuk keindahan berdasarkan pendengaran (musik). Jadi pengertian keindahan yang seluas-luasnya meliputi:

  • keindahan seni 
  • keindahan alam 
  • keindahan moral 
  • keindahan intelektual 

     Keindahan dalam arti estetis murni menyangkut pengalaman estetis dan seseorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang dicerapnya. Sedang keindahan dalam arti terbatas lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dicerapnya dengan penglihatan. yakni berupa keindahan dan bentuk dan warna.


     Dari pembagian dan pembedaan terhadap keindahan di atas, masih belum jelas apakah sungguhnya keindahan itu. Ini memang merupakan suatu persoalan filsafati yang jawabannya beraneka ragam. Salah satu jawaban mencari ciri-ciri umum yang ada pada semua benda yang dianggap indah dan kemudian menyamakan ciri-ciri atau kwalita hakiki itu dengan pengertian keindahan. Jadi keindahan pada dasarnya adalah sejumlah kwalita pokok tertentu yang terdapat pada suatu hal. Kwalita yang paling sering disebut adalah kesatuan (unity), keselarasan (harmony), kesetangkupan (symmetry), keseimbangan (balance) dan perlawanan (contrast).


     Dari ciri itu dapat diambil kesimpulan, bahwa keindahan tersusun dan berbagai keselarasan dan kebaikan dan garis, warna, bentuk, nada dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat, bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengamat.


      Filsuf dewasa mi merumuskan keindahan sebagai kesatuan hubungan yang terdapat antara pencerapan-pencerapan indraewi kita (beauty is unity of formal relations of our sense perceptions).


     Sebagian filsuf lain menghubungkan pengertian keindahan dengan ide kesenangan (pleasure), yang merupakan sesuatu yang menyenangkan terhadap penglihatan atau pendengaran. Filsuf abad pertengahan Thomas Aquinos (1225-1274) mengatakan, bahwa keindahan adalah sesuatu yang menyenangkan bilamana dilihat.


   Ternyata untuk menjawab “apakah keindahan itu” banyak sekali jawabannya. Karena itu dalam estetika modem orang . lebih suka berbicara tentang seni dan dan pengalaman estetik, karena ini bukan pengalaman abstrak melainkan gejala konkret yang dapat ditelaah dengan pengamatan secara empirik dan penguraian yang sistematik.



Nilai Estetik


     Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang Gie menjelaskan bahwa pengertian keindahan dianggap sebagal salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilai ekonomik, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik.


    Masalahnya sekarang ialah: apakah nilai estetik itu ? dalam bidang filsafat, istilah nilai sering kali dipakai sebagai suatu kata benda abstrak yang berarti keberhargaan (worth) atau kebaikan (goodness). Dalam dictionary of sociology and related sciences diberikan perumusan tentang value yang lebih terinci lagi sebagai berikut:


     “The believed capacity of any object to satisfy a human desire. The quality of any object which causes it to be on interest to an individual or a group”. (kemampuan yang dipercaya ada pada sesuatu benda untuk memuaskan suatu keinginan manusia. Sifat dan sesuatu benda yang menyebabkan menarik minat seseorang atau sesuatu golongan).


    Menurut kamus itu selanjutnya nilai adalah semata-mata suatu realita psikologis yang harus dibedakan secara tegas dan kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada bendanya itu sendiri. Nilai itu oleh orang dipercaya terdapat pada sesuatu benda sampai terbukti ketidakbenarannya.


Apa Sebab Manusia Menciptakan Keindahan?



     Keindahan Itu pada dasarnya adalah alamiah. Alam ciptaan Tuhan. Ini berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah artinya wajar, tidak berlebihan tidak pula kurang.


     Pengungkapan keindahan dalam karya seni didasari oleh motivasi tertentu dan dengan tujuan tertentu pula. Motivasi itu dapat berupa pengalaman atau kenyataan mengenai penderitaan hidup manusia, mengenai kemerosotan moral, mengenai perubahan nilai-nilai dalam masyarakat, mengenai keagungan Tuhan, dan banyak lagi lainnya. Tujuannya tentu saja dilihat dan segi nilai kehidupan manusia, martabat manusia, kegunaan bagi manusia secara kodrati.


Renungan


     Renungan berasal dan kata renung, artinya diam-diam memikirkan sesuatu, atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori. Teori-teori ini ialah: teori pengungkapan, teori metafisik dan teori psikologik.


Teori Pengungkapan


    Dalil dan teori ini ialah bahwa “Art is an expression of human feeling” (seni adalah suatu pengungkapan dan perasaan manusia). Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni.


     Tokoh teori ekspresi yang paling terkenal ialah filsuf Italia Benedeto Croce (1886-1952) dengan karyanya yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris “aesthetic as Science of Expression and General Linguistic”. Beliau antara lain menyatakan bahwa “art is expression of impressions” (Seni adalah pengungkapan dan kesan-kesan) Expression adalah sama dengan intuition. Dan intuisi adalah pengetahuan intuitif yang diperoleh melalui penghayatan tentang hal-hal individual yang menghasilkan gambaran angan-angan (images). Dengan demikian pengungkapan itu berwujud pelbagai gambaran angan-angan seperti misalnya images warna, garis dan kata. Bagi seseorang pengungkapan berarti menciptakan seni dalam dirinya tanpa perlu adanya kegiatan jasmaniah keluar. Pengalaman estetis seseorang tidak lain adalah ekspresi dalam gambaran angan-angan.


Teori Metafisik


     Teori seni yang bercorak metafisis merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dan Plato yang karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafat, konsepsi keindahan dan teori seni. Mengenai sumber seni Plato mengemukakan suatu teori peniruan (imitation theory). Ini sesuai dengan metafisika Plato yang mendalilkan adanya dunia ide pada taraf yang tertinggi sebagal realita Ilahi. Pada taraf yang lebih rendah terdapat realita duniawi ini yang merupakan cerminan semu dan mirip realita Ilahi itu. Dan karya seni yang dibuat manusia hanyalah merupakan mimemis (tiruan) dari realita duniawi Sebagai contoh Plato mengemukakan ide keranjangan yang abadi, asli dan indah sempurna ciptaan Tuhan. Kemudian dalam dunia mm tukang kayu membuat ranjang dari kayu yang menciptakan ide tertinggi ke-ranjangan-an itu. Dan akhirnya seniman meniru ranjang kayu itu dengan menggambarkannya dalam sebuah lukisan. Jadi karya seni adalah tiruan dari suatu tiruan lain sehingga bersifat jauh dari kebenaran atau dapat menyesatkan. Karena itu seniman tidak mendapat tempat sebagai warga dan negara Republik yang ideal menurut Plato.


Teori Psikologis


     Teori-teori metafisis dari para filsuf yang bergerak di atas taraf manusiawi dengan konsepsi-konsepsi tentang ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau abstrak dan spekulatif. Sebagian ahli estetik dalam abad modem menelaah teori-teori seni dari sudut hubungan karya seni dan alam pikiran penciptanya dengan mempergunakan metode-metode psikologis. Misalnya berdasarkan psikoanalisis dikemukakan teori bahwa proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan-keinginan bawah sadar dan seseorang seniman. Sedang karya seninya itu merupakan bentuk terselubung atau diperhalus yang diwujudkan keluar dan keinginan-keinginan itu.


     Suatu teori lain tentang sumber seni ialah teori permainan yang dikembangkan oleh Fredrick Schiller (1757-1805) dan Herbert Spencer (1820-1903). Menurut Schiller, asal mula seni adalah dorongan batin untuk bermain-main (play impulse) yang ada dalam diri seseorang. Seni merupakan semacam permainan menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia berhubungan dengan adanya kelebihan energi yang harus dikeluarkan. Bagi Spencer, permainan itu berperanan untuk mencegah kemampuan-kemampuan mental manusia menganggur dan kemudian menciut karena disia-siakan. Seseorang yang semakin meningkat taraf kehidupannya tidak memakai habis energinya untuk keperluan sehari-hari, kelebihan tenaga itu lalu menciptakan kebutuhan dan kesempatan untuk melakukan rangkaian permainan yang imajinatif dan kegiatan yang akhirnya menghasilkan karya seni. Teori permainan tentang seni tidak sepenuhnya diterima oleh para ahli estetik. Keberatan pokok yang dapat diajukan ialah bahwa permainan merupakan suatu kreasi, padahal seni adalah kegiatan yang serius dan pada dasarnya kreatif.


     Sebuah teori lagi yang dapat dimasukkan dalam teori psikologis ialah teori penandaan (signification theory) yang memandang seni sebagi suatu lambang atau tanda dari perasaan manusia. Simbol atau tanda yang menyerupai atau mirip dengan benda yang dilambangkan disebut iconic sign (tanda serupa), misalnya tanda lalu lintas yang memperingatkan jalan yang berbelok-belok dengan semacam huruf Z adalah suatu tanda yang serupa atau mirip dengan keadaan jalan yang dilalui. Menurut teori penandaan itu karya seni adalah iconic signs dan proses psikologis yang berlangsung dalam diri manusia, khususnya tanda-tanda dan perasaannya. Sebagai contoh sebuah lagu dengan irama naik turun dan alunan cepat lambat serta akhirnya berhenti adalah simbol atau tanda dari kehidupan manusia dengan pelbagai perasaannya yang ada pasang atau surut serta tergesa-gesa atau santainya dan ada akhirnya.

Sunday, 27 April 2014

Konsepsi Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan

Konsep Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan


A. Pendekatan Kesusastraan


     Ilmu Budaya Dasar pada kali ini berkaitan dengan budaya yang ada dalam keseharian dan budaya bangsa. Ada istilah Humanities yang berasal dari bahasa latin yaitu, manusiawi, berbudaya, dan halus. Hal ini tentunya sangat baik jika kita pelajar, karna kita akan mendapatkan ciri dari manusia yang baik dalam bermasyarakat. Istilah Humanities berkaitan dengan cabang-cabang ilmu lainnya seperti filsafat, teologi, seni, dan cabang-cabangnya termasuk satra, sejarah, cerita rakyat, dsb. Dari semua itu intinya adalah mempelajari masalah manusia dan kebudayaan.

     Contohnya saja dalam bidang kesenian, seni adalah suatu ekspresi dari jiwa manusia. Segala kebebasan hasil karya dari manusia bebas dituangkan dalam ekspresi seni. Seni lebih berbicara banyak dalam kebudayaan, bahkan budaya dapat menggambarkan ciri dari suatu bangsa yang bermartabat.


B. Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Prosa


     Prosa adalah cerita rekaan dan diartikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pameran,lakuan,peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi. Dalam kesusastraan kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.


Prosa lama meliputi :


  • Dongeng : Cerita yang tidak benar-benar terjadi.
  • Hikayat : Cerita yang sulit diterima akal,merupakan cerita rekaan, namun memiliki Pesan dan amanat bagi pembacanya.
  • Sejarah : Kejadian masa lampau yang benar-benar terjadi atau riwayat asal-usul.



Prosa baru Meliputi :


  • Kisah: Satuan naratif yang seringkali dibedakan dari cerita.
  • Cerpen: Suatu bentuk prosa naratif fiktif, cenderung padat dan langsung pada tujuannya
  • Novel: Karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif, biasanya berbentuk cerita.
  • Biografi: Kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang.
  • Otobiografi: Biografi yang ditulis oleh subyeknya.

  

C. Nilai-Nilai dalam Prosa Fiksi


     Prosa fiksi dalah prosa yang mempunyai nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra, nilai-nilai prosa fiksi antara lain:


  • Memberikan wawasan
  • Memberikan inforrmasi
  • Memberikan kesenangan
  • Memberikan warisan budaya



D. Ilmu Budaya Dasar Yang Dihubungkan Dengan Puisi


     Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenal kehidupan manusia, alam, dan Tuhan melalui media bahasa yang artistic/esthetic, yang secara padu dan utuh dipadatkan kata – katanya.Kreativitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :


  • Figura bahasa
  • Kata – kata yang bermakna ganda.
  • Kata – kata berjiwa.
  • Kata – kata yang sudah diberi nilai-nilai,rasa,dan asosiasi-asosiasi tertentu.



Alasan – alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan IBD adalah sebagai berikut :



  • Hubungan puisi deengan pengalaman hidup manusia.
  • Puisi dan keinsyafan/kesadaran individual.
  • Puisi dan keinsyafan social

Monday, 24 March 2014

Peran Cyberspace Sebagai Ruang Budaya Manusia

Peran Cyberspace Sebagai Ruang Budaya Manusia


     Apakah ruang cyber dan bagaimana caranya ruang itu bisa berhubungan dengan sastra, film, musik, seni, gaya hidup, politik, dan seksualitas dalam dunia postmodern (tepatnya abad informasi)? Jawabannya adalah resume ini. Pertama-tama kita cari tahu wilayah terminologisnya. Kata "ruang cyber," diciptakan oleh penulis fiksi ilmiah William Gibson pada tahun 1984, dalam novelnya Neuromancer. Ruang itu menurut pendapat Gibson mengacu pada keberadaan dunia virtual yang dibuat oleh teknologi komunikasi, yang kemudian kita kenali sebagai internet. Karena ruang ini adalah konsep filsafat, dan bukan penjelasan ilmiah dari suatu fungsi benda, maka jelas ungkapan ini mendapatkan tempat dalam debat dunia filsafat.

     Perdebatan tentang hal ini berputar pada wilayah modus baru akan pengalaman humanitarian, entah di sekitar masalah-masalah pornografi pada stereotip internet, hacking, ras dan gender, hak kebebasan berpendapat (UU ITE di Indonesia), kebebasan informasi, dan hak cipta. Sarjana sastra berdebat tentang bagaimana komputer akan mengubah karya sastra, dengan jalan editing tekstual, model membaca dan menulis, dan sifat sastra, yang terjebak dunia online. Novelis dan pembuat film mencoba membayangkan masa depan sebuah masyarakat kabel, sementara budaya perusahaan berusaha untuk mendapatkan duit pada halaman World Wide Web.

     Diskursus selanjutnya menambahkan kemunculan hal baru yang tidak disangkakan (bahkan tidak terkendali) karena diskursus dunia ini adalah diskursus mengenai eksplorasi budaya yang muncul dari ruang itu sendiri. Batas antara kehidupan riil manusia dan kehidupan buatan tidak bisa dibedakan lagi. Film yang menggunakan cyborg dengan realitas nyata, semua sama-sama imitasi, ungkap Jean Baudrillard. Semua berada dalam simulakra, atau berada dalam suatu konsep andai mengandai. Pada akhirnya tidak ada hitungan nyata, karena orang-orang sibuk berspekulasi di internet tentang peran mereka sendiri di masyarakat; yang lebih cenderung mengetengahkan hypertext dalam bentuk fiksi. Orang beraksi adalah orang menulis, semisal menulis di Facebook, atau mengomentari halaman Youtube. Inilah zaman postmodernisme, dan masa depan mengabur pada bahasa hypertext.

     Tidak ada keahlian komputer yang diperlukan. Anda hanya perlu akses ke World Wide Web. Tekniknya pun bermacam-macam, bisa lewat ponsel seharga dua keranjang bakwan. Memang sebegitu murah untuk bisa menggunakan internet bahkan untuk mereka yang kurang memiliki pengalaman sebelumnya. Setiap siswa bila tidak eksis di internet dia tidak pernah ada di kelas. Dunia semakin saling mendekati, dan saling memberitahu satu sama lain.

     Siapa Tahu? "Siapa tahu," ujar Jean-Marie Gustave Le Clezio, ketika menerima hadiah Nobel pada 2008. Jika Internet pernah ada pada masa itu, barangkali plot kriminal Hitler tidak akan pernah sukses. Menyadari kekuatan itu, demonstran Mesir Pro-Demokrasi merasa terinspirasi untuk menggalang kekuatan lewat situs jejaring sosial.

     Setelah terjadi sebuah dramatic event, munculah situs jejaring sosial bernama Facebook. Media tersebut dapat menjaring lebih dari 300 juta manusia. Sekarang, revolusi bisa lewat kabel. Maka ungkapannya bukan lagi, "Who knows?" namun, "What now?" ketika manusia terhubung dengan jutaan manusia lainnya, dalam waktu yang singkat. Media massa dalam pandangan semacam itu tidak harus berangkat dari suatu ideologi, cukup Login - Dunia yang lebar pun akan terjaring. Camkanlah pula bahwa Dunia mengecil dengan segala konsekuensinya, "its a small village", akibat teknologi Ungkap Marshall McLuhan .

     Semua ini disponsori oleh Vannevar Bush, Ted Nelson dkk, dari CERN -Pusat Riset Nuklir Eropa. Merekalah yang dengan bangga memperkenalkan kapasitas ruang <em>cyber </em>pertama yang digunakan massif oleh seluruh penduduk bumi, dan di namakan: World Wide Web -- sebuah tools komunikasi yang tidak lagi mengenal batas dan jarak. Sebuah dunia baru, yang memaksimalkan eksporasi imajinasi terhadap wilayah yang belum diketahui (Virtual Reality) , Erick P. Bucy mengatakan:

     "The web has opened up new cultural expressions" .Web telah membuka gaya baru dalam hal ekspresi kultural. Meskipun berkompetisi dengan bentuk media lain untuk merajah perbendaharaan yang ada di bumi, perbendaharaan yang tidak akan pernah bergantung dari teknologi di mana teknologi tidak lagi menarik perhatian manusia. Tanpa diragukan lagi, ketidakgantungan dari teknologi ini, tidak lain karena web sendiri lebih berharga dari sisi nilai dan isi yang ditawarkan, seberapapun kecepatan teknologi." 

     Ini bagus atau tidak? Barangkali inipun merupakan akibat, yang akan menjadi penyebab dari berakibatnya sesuatu. Maksudnya ruang ini kan tools baru komunikasi yang tentu saja merupakan revisi dari bentuk tools komunikasi yang telah ajeg seperti televisi, radio, telepon selular, dan alat komunikasi massa lain. Ada ketergantungan yang sama sebagaimana ketergantungan alat komunikasi elektronik lainnya. Yakni sumber daya terbatas.

Verifikasikan Diri Anda


     Abad informasi barangkali telah menemukan ultimatnya pada sebentuk web, dan pengayaan ultimat canggih ini, ternyata merevisi Abad informasi. Setelah diperkenalkannya sebuah piranti bernama "Verifikasi". Di sini yang diverifikasi adalah identitas pengguna web. Mengingat penggunaan verifikasi yang terhitung itu, hanya memberlakukan satu identitas acak. Maka dimungkinkanlah orang memiliki banyak identitas dalam web. Suatu hal yang di dunia nyata, dikategorikan sebagai penyakit sosial sekelas psikopat bernama split personality, berkepribadian ganda, atau disebut dengan nama devian: penipu, sehingga jelas orang tidak ingin melakukannya. Adapun para pengguna web melakukannya, menduplikasi identitas mereka dengan bermacam motif mengikuti kebutuhan dan kecenderungan mereka sendiri, tanpa harus takut dicap tidak tertib, curang, legal atau tidak legal. Mungkinkah terjadi identitas semu dan artifisial dalam internet justru akan menjadi identitas murni dari tubuh sosial (yang dikenali sebagai habitus) yang sebenarnya. Bahwa identitas web lebih parole dari identitas dalam dunia nyata? Ketakutan ini sudah pernah ditanyakan pula oleh Erick P. Bucy dalam Living in The Information Age kembali menambahkan:

     "Saya yakin kehidupan komputer berada dalam masalah. Maksudnya, komputer begitu unggulnya, sampai-sampai semua bergantung padanya. Dari masalah finansial, humanisme, masalah matematika yang berpuluh tahun tidak dapat diselesaikan. Ketergantungan terhadap alat komunikasi yang murah dan sebagainya."

     Sifat ketergantungan adalah 'penyakit' kedua, setelah 'penyakit' melipatgandakan identitas diri. Namun jika sebenarnya ini bukan penyakit. Bukan deviansi, seperti apa yang dijustifikasikan secara simplitis (karena setiap orang harus mengikuti sistem nilai orang kebanyakan seperti saya). Jangan-jangan ini kondisi kodrati yang sebenarnya?

Ruang cyber sebagaimana Barlow@eff.org


     Sepertinya benar bahwa ruang ini bisa menjadi ruang kodrati yang sebenarnya. Karena terdiri dari transaksi, hubungan, dan pikiran itu sendiri, tersusun seperti gelombang berdiri dalam jaringan komunikasi kita. Dunia kita adalah dunia yang bersifat di mana-mana dan tidak ada yang mati dalam jaringan, kecuali tubuh mereka mati. Kematian sendiri bukankah tidak berpikir lagi, jadi selagi Anda login semacam internet, Anda adalah hidup. Barlow membuat manifesto, menurutnya:


     "Kami menciptakan dunia yang semua bisa masuk tanpa hak istimewa atau prasangka diberikan oleh ras, kekuatan ekonomi, kekuatan militer, atau tempat kelahiran. Kami menciptakan dunia di mana siapapun, dimanapun dapat mengekspresikan keyakinannya, tanpa takut dipaksa diam atau tunduk. Konsep hukum dari properti Anda, ekspresi, identitas, gerakan, dan konteks tidak berlaku bagi kami. Mereka semua didasarkan pada materi, dan tidak ada masalah di sini.

     Identitas Anda di nilai tidak memiliki tubuh, sehingga, tidak seperti Anda, mereka tidak dapat memperoleh permintaan dengan paksaan fisik. Segala kepentingan diri, dan kesejahteraan bersama, akan muncul. Identitas dapat didistribusikan di banyak yurisdiksi. Dan ditambahkan oleh pamungkas. Barlow berpendapat:

     "Kita akan menciptakan sebuah peradaban pikiran di ruang cyber ini. Mungkin lebih manusiawi dan lebih adil dari dunia di mana pemerintah Anda berada."
 
     Sebagai penutup, melakukan perubahan kebudayaan merupakan hal yang sulit, namun bukan hal yang tidak mungkin. Selama kita berusaha untuk merubah, maka hal itu pasti dapat terlaksana. Maka bukan hal yang tidak mungkin jika kelak bangsa Indonesia dapat ikut berperan dalam pembentukan kebudayaan baru, yaitu Kebudayaan Cyber.
 
 
Ditulis Oleh :
 
Ichsan Perdana Putra
54413193
 
 

Daftar Pustaka


anneahira.com/cyber.htm


Tuesday, 7 January 2014

Manusia, Sains, Teknologi dan Seni

MANUSIA, SAINS, TEKNOLOGI DAN SENI


PENGERTIAN MANUSIA, SAINS, TEKNOLOGI, DAN SENI


1. Manusia

Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna dibandingkan makhluk ciptaan Allah yang lain. Dikatakan paling sempurna karena manusia dibekali akal sekaligus nafsu. Meskipun manusia mempunyai nafsu tetapi yang paling berperan adalah akal. Akal ini bertujuan untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, akal juga sebagai alat untuk berfikir, berhitung, dan berkreasi sehingga kerja sama antara keduanya sangat diperlukan dalam kehidupan manusia.

2. Sains

Sains berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam semesta secara sistematis, dan bukan hanya kumpulan berupa fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan.

Menurut Medawar (1984) Sains(dari istilah Inggris Science) berasal dari kata: sienz, cience, syence, scyence, scyense, scyens, scienc, sciens, scians.

Kata dasar yang diambil dari kata scientia yang berarti knowledge (ilmu). Tetapi, tidak semua ilmu itu boleh dianggap sains. Yang dimaksud ilmu sains adalah: ilmu yang dapat diuji (hasil dari pengamatan yang sesungguhnya) kebenarannya yang dikembangkan secara bersistem dengan kaidah-kaidah tertentu berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata sehingga pengetahuan yang dipedomani tersebut boleh dipercayai, melalui eksperimen secara teori.

Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, sains adalah: “Ilmu yang teratur (sistematik) yang dapat diuji atau buktikan kebenarannya, berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata (missal:fisika, kimia, biologi)”.

Pendidikan sains menekankan pada pengalaman secara langsung. Sains yang diartikan sebagai salah satu cabang ilmu yang mengkaji tentang sekumpulan pernyataan atau fakta-fakta dengan cara yang sistematik dan serasi dengan hukum-hukum umum yang melandasi peradaban dunia modern. Sains merupakan satu proses unruk mencari dan menemui sesuatu kebenaran melalui pengetahuan (ilmu) dengan memahami hakikat makhluk, untuk menerangkan hukum-hukum alam.

Ilmu adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya. Syarat-syarat ilmu:
  1. Obyektif
Ilmu harus memiliki obyek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya, tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam. Obyeknya dapat bersifat ada, atau mungkin ada karena masih harus diuji keberadaannya. Dalam mengkaji obyek, yang dicari adalah kebenaran, yakni persesuaian antara tahu dengan obyek, dan karenanya disebut kebenaran obyektif; bukan subyektif berdasarkan subyek peneliti atau subyek penunjang penelitian.
  1. Metodis 
Adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran. Konsekuensi dari upaya ini adalah harus terdapat cara tertentu untuk menjamin kepastian kebenaran. Metodis berasal dari kata Yunani “Metodos” yang berarti: cara, jalan. Secara umum metodis berarti metode tertentu yang digunakan dan umumnya merujuk pada metode ilmiah.
  1. Sistematis
Dalam perjalanannya mencoba mengetahui dan menjelaskan suatu obyek, ilmu harus terurai dan terumuskan dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu , mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut obyeknya. Pengetahuan yang tersusun secara sistematis dalam rangkaian sebab akibat merupakan syarat ilmu yang ketiga.
  1. Universal
Kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum (tidak bersifat tertentu). Contoh: semua segitiga bersudut 180ยบ. Karenanya universal merupakan syarat ilmu yang keempat. Belakangan ilmu-ilmu sosial menyadari kadar ke-umum-an (universal) yang dikandungnya berbeda dnegan ilmu-ilmu alam mengingat obyeknya adalah tindakan manusia. Karena itu untuk mencapai tingkat universalitas dalam ilmu-ilmu sosial, harus tersedia konteks dan tertentu pula.

3. Teknologi

Istilah teknologi barasal dari kata techne dan logia. Kata Yunani kuno techne berarti seni kerajinan. Dari techne kemudian lahirlah technikos yang berarti seseorang yang memilki keterampilan tertentu. Dengan berkembangnya keterampilan seseorang yang menjadi semakin tetap karena menunjukkan suatu pola, langkah dan metode yang pasti, keterampilan itu lalu menjadi teknik.

          Istilah “teknologi” berasal dari “techne “ atau cara dan “logos” atau pengetahuan. Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra dan otak manusia.

          Menurut Jaques Ellul (1967: 1967 xxv) memberi arti teknologi sebagai ”keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap bidang kegiatan manusia.” Pengertian teknologi secara umum adalah:
  • Proses yang meningkatkan nilai tambah.
  • Produk yang digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja.
  • Struktur atau sistem di mana proses dan produk itu dikembamngkan dan digunakan.


Teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengetahuan, dalam pengertian bahwa penerapan itu menuju pada perbuatan atau perwujudan sesuatu. Demikianlah teknologi adalah segenap keterampilan manusia menggunakan sumber-sumber daya alam untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalam kehidupan. Secara lebih umum dapatlah bahwa teknologi merupakan suatu sistem penggunanaan berbagai sarana yang tersedia untuk mencapai tujuan-tujuan praktis yang ditentukan.


Contoh-contoh Teknologi:

     1.   Teknologi komunikasi
Suatu sistem yang memungkinkan kita dapat berkomunikasi dengan siapapun, kapanpun, dan dimanapun tidak terbatas pada tempat, jarak dan waktu. Misal: internet, handphone, bairless, dll.    

     2.   Teknologi informasi
Suatu sistem yang memudahkan kita untuk memperoleh berbagai macam info yang dibutuhkan secara praktis dan dalam waktu yang relative singkat. Misal: internet, tv.

     3.   Bioteknologi
Suatu teknologi yang mampu memanipulasi proses alami secara dramatis. Misal: cloning pada hewan dan tumbuhan.

4. Seni

Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreatifitas manusia. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai, bahwa masing-masing individu artis memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari memilih medium, dan suatu set peraturan untuk penggunaan medium itu, dan suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat medium itu, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu.

Sekalipun demikian, banyak seniman mendapat pengaruh dari orang lain masa lalu, dan juga beberapa garis pedoman sudah muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan bentuk (seperti bakung yang bermaksud kematian dan mawar merah yang bermaksud cinta).
Macam-macam seni:
  • Seni rupa
  • Seni pertunjukan
  • Seni tradisional
  • Seni Kontemporer
Janet Woll mengatakan bahwa seni adalah produk social. Sedangkan menurut Kamus B.Indonesia, seni adalah keahlian yang membuat karya yang bermutu (dilihat dari segi kehalusannya, keindahannya, dll), seperti tari, lukis, ukir, dll.

Maka konsep pendidikan yang memerlukan ilmu dan seni adalah proses atau upaya sadar antara manusia dengan sesame secara beradab, di mana pihak kesatu secara terarah membimbing perkembangan kemampuan dan kepribadian pihak kedua secara manusiawi yaitu orang perorang. Oleh karena itu, budi bahasapun adalah suatu seni.

MAKNA SAINS, TEKNOLOGI DAN SENI BAGI MANUSIA


Perbedaan utama antara negara maju dan negara berkembang adalah kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan yang pesat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi di negara-negara maju karna didukung oleh sistem informasi yang mapan. Sebaliknya, sistem informasi yang lemah di negara-negara berkembang mengakibatkan keterbelakangan dalam penguasaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Jadi jelaslah bahwa maju atau tidaknya suatu negara sangat di tentukan oleh penguasaan teirhadap informasi, karena informasi merupakan modal utama dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan.teknologi yang menjadi senjata pokok untuk membangun negara. Sehingga apabila satu negara ingin maju dan tetap eksis dalam persaingan global, maka negara tersebut harus menguasai informasi.

Di era globalisasi dan informasi ini penguasaan terhadap informasi tidak cukup harnya sekedar menguasai, diperlukan kecepatan dan ketepatan. Sebab hampir tidak ada guna menguasai informasi yang telah usang, padahal perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat mengakibatkan usia informasi menjadi sangat pendek, dengan kata lain, informasi lama akan diabaikan dengan adanya informasi yang lebih baru.

Masukan dan kontribusi langsung dari para pemegang peran yang lain; siswa, orang tua dan anggota masyarakat juga memberikan informasi yang sangat membantu dan meningkatkan dukungan masyarakat bagi pengembangan sekolah. Jika obyektifitas utamanya adalah memaksimalkan pendidikan sumber daya manusia maka hal itu telah meningkatkan hubungan komunikasi kita dengan seluruh sektor lingkungan pendidikan dan para pemegang peran. Lagipula kunci utama untuk meningkatkan komunikasi harus terfokus pada saling berbagi komunikasi terbuka dan meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan dukungkan dari segala bidang.

Kehidupan kita sekarang perlahan lahan mulai berubah dari dulunya era industri berubah menjadi era informasi di balik pengaruh majunya era globalisasi dan informatika menjadikan computer, internet dan pesatnya perkembangan teknologi informasi sebagai bagian utama yang harus ada atau tidak boleh kekurangan dikehidupan kita. Aktifitas network globalisasi ekonomi yang disebabkan oleh kemajuan dari teknologi informasi bukan hanya mengubah pola produktivitas ekonomi tetapi juga meningkatkan tingkat produktivitas;dan pada saat bersamaan juga menyebabkan perubahan structural dalam kehidupan politik, kebudayaan, kehidupan sosial masyarakat dan juga konsep waktu dalam dalam berbagai lapisan masyarakat.

Dalam globalisasi ekonomi, perekonomian dunia tidak akan lagi mengenal batas-batas negara dan bahkan peranan negara diramalkan akan semakin berkurang. Arus globalisasi ekonomi dipercepat oleh kemajuan teknologi yang makin pesat khususnya di bidang transportasi, telekomunikasi dan informasi yang memungkan arus orang, barang, jasa, dan informasi bergerak dengan lebih cepat, dalam jumlah yang semakin besar, dengan kualitas yang semakin baik, dan dengan biaya yang semakin murah. Persaingan antar bangsa dalam memproduksi barang dan jasa akan semakin kuat dan ketat. Kemajuan teknologi itu pulalah yang akan makin mempercepat proses globalisasi di berbagai bidang kehidupan manusia. Dengan demikian, maka penguasaan iptek dari suatu bangsa yang akan menentukan keberhasilan bangsa itu menghadapi globalisasi dalam bidang ekonomi dan bidang kehidupan lainnya.


MANUSIA SEBAGAI SUBJEK DAN OBJEK IPTEK


Dengan ilmu dan teknologi tumbuhlah berbagai industri dan hasilnya dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang, antara lain:

1.         Dalam bidang pertanian, peternakan, dan perikanan
    • Mampu menciptakan alat pertanian yang maju seperti traktor, alat pemotong dan penanam, alat pengolah hasil pertanian, dan alat penyemprot hama.
    • Produksi pupuk buatan dapat membantu menyuburkan tanah, demikian juga dengan produksi pestisida dapat memungkinkan pemberantasan hama lebih berhasil.
    • Teknik-teknik pemuliaan dapat meningkatkan produksi pangan.
    • Teknik mutasi buatan dapat menghasilkan buah-buahan yang besar serta tidak berbiji.
    • Teknologi pengolahan pascapanen seperti pengalengan ikan, dll.
    • Budi daya hewan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan manusia.

2.         Dalam bidang kedokteran

Dengan hasilnya manusia menciptakan alat-alat operasi mutakhir, bermacam-macam obat, penggunaan benda radioaktif untuk pengobatan dan mendiagnosis berbagai penyakit, sehingga penyakit dapat dengan segera disembuhkan.

3.         Dalam bidang telekomunokasi

Manusia telah membuat televisi, radio, telepon yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan cepat dalam waktu yang singkat manusia dapat memperoleh informasi dari daerah yang sangat jauh, sehingga penggunaan waktu sangat efisien.

4.         Dalam bidang pertahanandan keamanan

Manusia telah mampu menciptakan alat atau persenjataan yang sangat canggih, sehingga dapat mempertahankan keamanan wilayahnya dengan baik.

DAMPAK PENYALAHGUNAAN IPTEK BAGI KEHIDUPAN


Akibat kemajuan teknologi bisa kita lihat:
  • Perbedaan kepribadian pria dan wanita.Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol.Data yang tertulis dalam buku Megatrend for Women:From Liberation to Leadership yang ditulis oleh Patricia Aburdene & John Naisbitt (1993) menunjukkan bahwa peran wanita dalam kepemimpinan semakin membesar. Semakin banyak wanita yang memasuki bidang politik, sebagai anggota parlemen, senator, gubernur, menteri, dan berbagai jabatan penting lainnya.
  • Kemajuan teknologi yang serba praktis serta budaya asing yang berpengaruh dominan terhadap satuan budaya asli bisa membangkitkan kesan sebagai ‘model’ untuk ditiru. Kecenderungan meniru itu dalam kelanjutannya bisa terpantul melalui berkembangnya gayahidup  yang dianggap superior dibandingkan dengan gaya hidup lama.
  • Tekanan, kompetisi yang tajam di pelbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras Meskipun demikian kemajuan teknologi akan berpengaruh negative pada aspek budaya
  • Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan pelajar. Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya dalam materi tetapi miskin dalam rohani”.
  • Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin meningkat semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat, seperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial. Akibat lanjut bisa dilihat bersama, kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja dan pelajar semakin meningkat dalam berbagai bentuknya, seperti perkelahian, corat-coret, pelanggaran lalu lintas sampai tindak kejahatan.
  • Pola interaksi antar manusia yang berubah Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telpon telah membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya sendiri. Selain itu tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting (IRC) anak-anak bisa asyik mengobrol dengan teman dan orang asing kapan saja.




 Ditulis oleh :

Ichsan Perdana Putra
54413193


Daftar Pustaka

azidahida.wordpress.com/2013/06/06/manusia-sains-teknologi-dan-seni/

alifazizagustus.wordpress.com/2009/05/27/manusia-sains-teknologi-dan-seni/


ulaifahf.blogspot.com/2013/04/manusia-sains-teknologi-dan-seni.html